Tersedia Semua Hadist Islam Di Sini

Hadist Tentang Istri Ta’kzim Kepada Suami


 Hadist Tentang Istri Ta’kzim Kepada Suami


Baiklah pada kesempatan ini saya akan memposting tentang seorang istri yang harus ta’kzim kepada suaminya. Karena martabat seorang suami lebih tinggi di bandingkan dengan martabat seorang perempuan. Maka oleh sebab itu kita seorang laki-laki harus bisa menjaga seorang (istri)perempuan, karena itu semua kewajiban kita setelah kita menikah dengan si perempuan tersebut. Apabila kita tidak menjaganya maka semua doa yang di lakukan oleh istri kita itu tanggung kita. Karena dia adalah istri kita.  Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya). Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat. Seperti hadist Rasulullah SAW  “ Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.
Nah bagi istri-istri sholeh yang ingin masuk surga, cukup dengan ta’kzim kepada suaminya. Untuk lebih jelas perhatikan hadist berikut ini. Berikut hadist yang menyatakan tentang Ta’kzim kepada suami.
“ Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya. ” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).




Hadist Tentang Memaafkan


Hadist Tentang Memaafkan

Selamat pagi sahabat pecinta hadist semua. Pada kesempatan ini saya akan membagikan sebuah mau’izah hasanah yang di dalamnya terkandung banyak nasehat islam. Oke lansung saja saya bahas sedikit tentang memaafkan sesema muslim (manusia). Betapa mulianya “Memaafkan“, sesungguhnya menaruh dendam terhadap kesalahan seseorang itu hal yang membebankan hati. memang memaafkan itu tak semudah apa yang kita ucapkan, tapi cobalah berfikir Allah saja maha pengampun, kenapa kita tidak bisa memaafkan. berikut ini adalah beberapa Perintah Memaafkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, semoga bisa menjadikan kita manusia yang mudah memaafkan.
Allah SWT berfirman:
“…dan balasan kejelekan itu adalah kejelekan pula, namun siapa yang memaafkan dan memperbaiki (hubungannya), maka pahala baginya di sisi Allah. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim. “(QS Asy Syura 40)
Firman Allah SWT :
“…dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. At Taghaabun, 64:14)
Memaafkan adalah pintu menuju kekuatan yang begitu besar, memaafkan adalah kemampuan Tuhan yang paling kita minta, maka penuhilah harapan orang yang sudah menyesal atas kesalahannya, untuk anda maafkan.
Untuk lebih jelas perhatikan hadist berikut ini :
“  Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah seseorang yang memaafkan kezhaliman orang lain kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan ia tidak akan dirugikan. ” (HR Ahmad No – 6908)




Hadits Tentang Kedudukan Ibu Dalam Islam


 Hadits Tentang Kedudukan Ibu Dalam Islam

Baiklah agan-agan semua, cobak simak sedikit dari saya yaitu tentang kedudukan ibu dalam islam. Kenapa di kelender yang ada memperingato hari ibu. Kenapa enggak hari ayah saja, kan ayah kita yang mencari rezeki buat kita. Tapi kenpa harus ibu yang di peringati. Atau kenapa enggak memperingati hari orang tua saja ? Memperingati hari ibu bertujuan bukan hanya sekedar mengucap atau memasang status ucapan selamat hati ibu di BBM atau dijeraring media sosial. Peringatan hari ibu harus dimaknai dengan sungguh-sungguh, yang dapat mengingatkan kita betapa mulianya kedudukan seorang Ibu dalam kehidupan umat manusia, bukan berarti kita lantas mengabaikan peran seorang Bapak. Kemulian seorang ibu pernah menjadi suatu legenda di Indonesia yang di ceritakan dalam kisah malim kundang, kisah legenda dari daerah Sumatera Barat. Di zaman Rasulullah saw juga banyak dikisahkan mengenai kemulian seorang Ibu dalam Islam. Terlepas dari kisah-kisah Ibu dalam Islam tersebut, sesungguhnya Allah SWT melalui firman-Nya dan dari Rasulullah SAW dalam haditsnya, telah memerintahkan kepada kita semua sebagai orang muslim untuk senantiasa selalu menghormati, memuliakan, mentaati perintahnya yang tidak bertentang dengan perintah dan larangan-Nya, menyayanginya sampai akhir hayatnya, dan selalu mendoakannya ketika sudah wafat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda, “Seorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Rasulullah saw menjawab, ‘Ibumu!’ dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?, Rasulullah saw menjawab, ‘Ibumu!,’ orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?, Beliau menjawab, ‘Ibumu.” Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi,’ Rasulullah saw menjawab, ‘kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seperti hadist di bawah ini :

أَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ

Artinya : ” Surga itu di bawah telapak kaki ibu ”. (HR. Ahmad)


Hadits Tentang Menyambung Silaturrahmi


Hadits Tentang Menyambung Silaturrahmi

Selama sore para pecinta hadist. Kali ini saya akan menjelaskan tentang hadist meyambung silaturrahmi. Sebelum itu kita harus tau dulu apa ari silaturrahmi itu. Silaturrahmi adalah ungkapan mengenai perbuatan baik kepada karib kerabat karena hubungan senasab atau karena perkawinan, berlemah lembut kepada mereka, menyayangi mereka, memperhatikan keadaan mereka, meskipun mereka jauh dan berbuat jahat. Sedangkan memutus silaturahmi, adalah lawan dari hal itu semua. Baiklah mari kita kaji sedikit hadist Rasulullah SAW. Yaitu “ Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Wahai Rasulullah, aku ini punya kerabat yang aku menyambung silaturahmi, tetapi mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berusaha untuk berbuat baik kepada mereka, tapi ternyata mereka berbuat jahat denganku. Mereka itu berbuat tindakan yang bodoh / menjahili aku, padahal aku bersabar menghadapi mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kalau benar seperti yang kamu ucapkan, maka seakan-akan engkau memberi makan mereka abu yang panas (yang membakar perut mereka) dan Allah akan senantiasa tetap menjadi penolong bagimu selama kamu berbuat demikan. “

Seperti hadist di bawah ini :

إِتَّقُوْااللهَ وَصِلُوْا أَرْحَامَكُمْ

Artinya : ” Bertaqwalah kepada Allah dan sambunglah tali persaudaraan diantara kamu sekalian ”. (HR. Ibnu ‘Asakir)


Hadits Tentang Amal Yang Paling Di Cintai Oleh Allah SWT


Hadits Tentang Amal Yang Paling Di Cintai Oleh Allah SWT

Selamat pagi agan-agan semua. Baiklah pada kali ini saya akan ngepost tentang amal yang paling di sukai oleh Allah SWT. Kemaren sudah saya post yaitu Hadist tentang 3 macam dosa besar, dan pada hari ini saya akan menjelaskan tentang hadist tentang 3 amal yang paling di sukai oleh Allah SWT. Berikut ini yaitu amal-amal yang paling baik yang di jelaskan rasulullah SAW dalam sabdanya. Yang pertama yaitu shalat. Shalat adalah rukun Islam  yang kedua, ia adalah tiangnya agama. Barang siapa yang mendirikan shalat berarti ia telah menegakkan agamanya, dan barang siapa yang meninggalkannya ia telah menghancurkan agamanya. Dan yang kedua yaitu Berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma’siat) dan mendoa’kannya apabila keduanya telah wafat.
Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini. Yang ketiga yaitu jihad. Jihad adalah kata jihaad diberi arti baru oleh syariat dari arti asal (bahasanya) atau menuju makna yang lebih khusus, yaitu, “mengerahkan seluruh kemampuan untuk berperang di jalan Allah, baik secara langsung, dengan bantuan keuangan, pendapat (pemikiran), memperbanyak kuantitas (taktsiir al-sawaad) ataupun yang lain
.  Baca juga Hadist Tentang Akhlak Mulia

Untuk lebih jelas perhatikan hadist berikut ini :

Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَ

Artinya : ” Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit ”. (HR. Bukhari & Muslim)



Hadits Tentang Tiga Macam Dosa Besar


Hadits Tentang Tiga Macam Dosa Besar

1.     Syirik kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
2.     Durhaka kepada orang tua
3.     Persaksian palsu atau dusta
Sangatlah tidak pantas jika seorang hamba beribadah kepada selain Allah SWT, memohon dan meminta kepada makhluk dengan permintaan yang tidak mungkin bisa dipenuhi kecuali oleh Allah SWT saja, seperti rizki, keselamatan, atau menyandarkan nasib hidupnya kepada selain Allah SWT. Maka sangatlah tepat ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memposisikan syirik ini sebagai dosa yang paling besar, karena seorang yang berbuat syirik berarti dia telah berbuat lancang dan melampaui batas terhadap Penciptanya. Menjadikan tandingan / sekutu bagi Allah SWT, padahal Allah adalah Maha Tunggal dan tidak ada sekutu baginya. Durhaka kepada kedua orang tua diposisikan sebagai dosa besar setelah syirik. Yang demikian itu karena perintah untuk berbuat baik kepada orang tua sering diiringkan dan diletakkan setelah perintah untuk beribadah dan mengesakan ibadahnya tersebut kepada Allah SWT. Ini menunjukkan besarnya hak orang tua untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anak-anaknya. maka perkataan dusta juga demikian, karena tidaklah dua perkara disebutkan dalam satu rangkaian kalimat melainkan di sana terkandung substansi permasalahan yang tidak jauh berbeda, dan dalam pembahasan kali ini adalah keduanya sama-sama perbuatan terlarang yang menyebabkan pelakunya terjatuh ke dalam perbuatan dosa besar.


أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ أَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ, وَقَتْلُ النَّفْسِ, وَعُقُوْقُ الْوَا لِدَيْنِ
وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ

Artinya : ” Dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah dan membunuh manusia dan berani kepada orang tua dan kesaksian palsu. ” (HR. Bukhari)





Hadits Tentang Tiga Tanda Orang Munafiq


Hadits Tentang Tiga Tanda Orang Munafiq

Pada kesempatan ini saya akan post tentang hadist orang yang munafiq, baik lah sebelum itu kita akan mengkaji sedikit tentang orang yang munafiq. Munafiq itu ialah sifat buruk yang di miliki oleh seseorang. Ciri-cirinya ada 3 :

-         Apabila berbicara dia berdusta
-         Apabila di percaya dia khianati
-         Apabila berjanji dia ingkari

Itulah tanda-tanda orang yang munafiq, dia orangnya paling buruk di dunia kalu begitu sifatnya bukan. Perkataannya yang selalu bohong dan tidak bisa di percaya. Untuk mengatasi sifat tersebut cukup dengan menghindari dari orang yang sudah punya sifat begitu agar kita tidak menular sifatnya. Agar tidak terpengaruh dengannya. Tuntutlah ilmu yang baik sebgaimana sudah saya post tentang hadist menuntut ilmu. Allah sangat benci kepada orang yang munafiq. Maka oleh sebab itu buanglah sifat buruk itu sebelum Allah melaknati kita.
Untuk lebih jelas perhatikan hadist berikut ini :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثُ؛ إِذَاحَدَّثَ كَذَبَ, وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ, وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

Artinya : ” Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga: bila berbicara dusta dan apabila berjanji ingkar dan apabila dipercaya khianat. ” (HR. Bukhari & Muslim)